IPTEK

Mahasiswa IPB Buat Perekat Organik dari Limbah Ayam dan Sapi

Kampus IPB. (Foto: istimewa)

pigura.co, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) membuat perekat organik dari limbah bulu ayam dan tulang sapi. Inovasi penelitian ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti RI) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bidang Penelitian pada tahun 2018.

Seperti dilansir dari laman Kemenristekdikti, Rabu (8/8), mereka terdiri dari Rahayu Lestari, Erik Kurniawan dan Hasana Aqiroh di bawah bimbingan Iyep Komala, SPt, M,Si. tim ini berhasil memanfaatkan limbah yang mengganggu kondisi lingkungan sekitar menjadi inovasi yang bernilai ekonomi.

Ayam merupakan unggas yang daging maupun telurnya digemari oleh masyarakat. Penjualan dan konsumsi ayam terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karenanya, perlu dilakukan inovasi terhadap limbah dari hasil konsumsi ayam agar tidak terjadi penumpukan. Mengingat konsumsi ayam masyarakat mengalami peningkatan, maka akan meningkat pula limbah yang dihasilkan sehingga mengalami penumpukan.

“Bulu ayam adalah bagian limbah yang banyak menghasilkan sampah dalam jumlah cukup besar. Sehingga kami berpikir untuk memanfaatkan limbah bulu ayam ini menjadi sesuatu yang bernilai secara ekonomi dan mengurangi sampah akibat limbahnya. Bulu ayam mengandung protein keratin yang berdaya rekat cukup baik,” kata ketua program penelitian Rahayu.

Dia menjelaskan, timnya mengombinasikan bulu ayam dengan tulang sapi, karena mengandung kolagen yang juga memiliki daya rekat tinggi. Oleh sebab itu, kedua limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk perekat (glue).

Beberapa keunggulan perekat organik dari limbah bulu ayam dan tulang sapi di antaranya bahan utamanya diperoleh dari limbah yang mudah didapatkan, kemudian proses pembuatannya yang tidak rumit. Bulu ayam yang digunakan merupakan limbah dari tempat pengolahan ayam, restoran, rumah makan dan juga limbah rumah tangga.

Mereka berharap perekat organik dari limbah yang dibuat bisa dimanfaatkan, dan agar masyarakat secara luas mampu mengoptimalkan kesadaran serta wawasan pemanfaatan limbah menjadi barang daya guna.[]

pigura.co | Jendela Informasi Terpercaya @2018