IPTEK

Semua Bisa “Dihitung” dengan Matematika, Bahkan yang Tak Terlihat Sekalipun

Ilustrasi pembelokan cahaya atau cloaking. (Foto: Istimewa).

pigura.co, Banyak contoh menarik dari masalah yang dapat diselesaikan dengan ilmu matematika, menurut pakar Matematika dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Marcus Wono Setya Budhi.

Dalam buku orasi ilmiahnya berjudul “Matematika, Seni Pemecahan Masalah, Bahkan untuk Hal yang Tak Terlihat,” seperti disadur dari laman itb.ac.id, Jumat (27/7), Wono menerangkan gambaran tentang seni dan manfaat penggunaan matematika untuk kehidupan sehari-hari.

Ingat film seperti Harry Potter? di sana ada adegan menghilang dengan menggunakan sebuah jubah. Penggunaan jubah bukan sekedar membuat Harry Potter tidak terlihat, namun berikut jubahnya juga. Begitu pula dengan benda-benda yang muncul di film “Start Trek”. Di kapal Romulan, diceritakannya terdapat tameng yang membelokkan cahaya tertentu.

Kendati hal tersebut terlalu rumit untuk dijelaskan dalam hitung-hitungan matematika, ujar Wono, namun secara sederhana dengan pembelokan cahaya, maka benda yang ada tidak akan terlihat oleh mata. Masalah ini yang disebut sebagai cloaking dalam ilmu matematika.

Bagi para ilmuwan matematika dan fisika, hal itu memang bisa dilakukan. Dan dia menjelaskan, ini merupakan sebuah teori bagaimana menyembunyikan suatu barang terhadap pantulan gelombang elektromagnetik, mengingat gelombang tersebut dapat menembus hampir di semua media.

Penjelasan tersebut memang terlalu teknis untuk dijelaskan dalam rangkaian kata. Bagi orang teknik, masalah ini menjadi “metamaterial” dengan struktur mikro yang sangat khusus, dan bisa membelokan gelombang yang dapat dikontrol.

“Ada banyak permasalahan yang mampu dimodelkan dengan rumus-rumus matematika. Karena itulah, membahas kejadian atau fenomena sehari-hari dengan memodelkan dalam bentuk persamaan matematika, tentu sangat menarik dan akan terus berkembang. Matematika merupakan kegiatan yang akan selalu berkembang,” pungkas Wono.

Pada dasarnya, lanjutnya, matematika merupakan ciptaan atau penemuan manusia di masa lampau. Tentu yang dibutuhkan bukan hanya sekedar kumpulan rumus, tapi lebih menarik jika kita mampu mengembangkannya.

Oleh karena itu kita perlu belajar seperti pendahulu kita yang mampu menemukan rumus-rumus tersebut. Hal ini sangat beralasan mengingat saat masih di tingkat SMP, dirinya mengaku mempunyai seorang kakak ipar yang ketika itu calon dokter namun sangat suka dengan matematika.

“Kakak ipar saya itu tak hafal dengan rumus, tetapi dia dapat menyelesaikan soal geometri yang dipandang sangat sulit. Karenanya, walaupun tujuan kita bukan untuk menjadi seorang ahli matematika, tetapi ketrampilan bermatematika akan sangat berguna, apalagi bagi calon saintis, maupun yang akan bekerja di bidang teknologi,” imbuhnya.

Di Indonesia sendiri, kata dia, seni penggunaan matematika dapat dilihat dari peninggalan konstruksi bangunan yang ada dan juga bahasa yang dipergunakan.

“Sebenarnya ada banyak sekali peninggalan yang memperlihatkan kita menggunakan matematika, misalkan saja candi-candi istana dari beberapa kerajaan jaman dahulu dan bangunan lainnya,” terangnya.

Agar bisa membangun candi sehingga tidak runtuh, tutur dia, tentu perlu perhitungan yang matang. Sebagai contoh candi Prambanan. Candi ini dikatakan olehnya tidak sekedar merupakan gundukan batu, namun ada ruang kosong di dalamnya. Ini menunjukkan jika membutuhkan perhitungan matematika dalam proses pembuatannya.

Beberapa masalah lain dengan pendekatan ilmu matematika yang disampaikan dia, yaitu sifat perambatan gelombang jika melewati masa yang berbeda masa.

“Balikan atau invers gelombang dari dalam bumi, membuat manusia dapat memprediksi struktur di dalam bumi. Bukan hanya masalah sehari-hari, banyak film-film imajiner yang bila dijelaskan menggunakan ilmu matematika, menjadi mungkin saja terjadi,” jelasnya.

Matematika mungkin bagi sebagian orang adalah hitung-hitungan angka yang menakutkan, namun tidak sedikit juga yang gemar dan terampil menggunakan ilmu ini. Sepertinya bagi Wono matematika bisa “menghitung” semua hal, temasuk yang tak terlihat sekalipun.[]

pigura.co | Jendela Informasi Terpercaya @2018