IPTEK

Tiga Cagar Biosfer Baru di Indonesia

pigura.co, Sidang ke-30 The Man and Biosphere International Co-ordinating Council (MAB-ICC) UNESCO di Palembang, Rabu (25/7), menetapkan tiga kawasan di Indonesia sebagai Cagar Biosfer Baru, yakni Rinjani-Lombok, Berbak-Sembilang, dan Betung Kerihun Danau Sentarum.

Danau Segara Anak, Lombok. (Foto: commons.wikimedia.org)

UNESCO dalam posting blognya menerangkan, Rinjani-Lombok di Nusa Tenggara Barat, meliputi pulau Lombok dengan bentang alam daerah pantai yang relatif datar, daerah perbukitan, dan pegunungan. Puncak tertinggi adalah gunung Rinjani, yang merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia (3.726 meter dpl).

Kawasan ini memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdiri dari berbagai jenis vegetasi hutan (hutan sabana, gunung dan hutan hujan dataran rendah) dan sekitar 40 persen di antaranya adalah hutan primer.

Sumber utama pendapatan penduduk setempat berasal dari hortikultura (sayuran dan buah-buahan), tanaman serealia (beras), peternakan (sapi, kambing dan ayam), budidaya kopi, dan kakao.

Cagar Biosfer lainnya, Berbak-Sembilang di perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi, terletak di pantai tenggara Sumatera, kawasan ini meliputi Taman Nasional Berbak dan Taman Nasional Sembilang dan dua suaka margasatwa.

Di sana, terdapat ekosistem hutan rawa gambut yang tidak terganggu, serta hutan rawa air tawar, hutan bakau, dan hutan dataran rendah di sekitar tepi sungai dengan rawa-rawa yang mencapai kedalaman hingga 10 meter.

Perkebunan kelapa sawit, karet, pertanian tradisional (sawah, ladang kering, dan sebagainya), dan kayu adalah kegiatan ekonomi utama masyarakat sekitar.

Selanjutnya, kawasan Betung Kerihun Danau Sentarum di Kapuas Hulu, terletak di ujung timur Kalimantan Barat, kawasan ini terdiri dari dua taman nasional, Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Mempunyai ciri khas unik hutan hujan tropis dataran rendah dan gunung yang merupakan rumah besar keragaman flora dan fauna.[]

pigura.co | Jendela Informasi Terpercaya @2018